<Kembali ke Home / About Us
Generasi Pertama XPOD. Foto Oleh: Yudik Yuliyanto
Kami dilahirkan dari sebuah dedikasi.
Pembentukan XPOD didasari oleh keinginan menyatukan dan memberikan Wadah siswa siswi SMK N 2 Kendal untuk berkreasi, serta mencurahkan kreatifitas mereka, lebih tepatnya pada bidang Multimedia. Pada awalnya XPOD hanya memiliki 2 orang anggota saja, Andi Riski & Sevany Rolandika, dengan Pak Yudik Yuliyanto Sebagai Pembina kegiatan. Rekrutmen anggota baru di lakukan pada Awal Januari 2023.
Sebelumnya SMK N 2 Kendal sudah pernah memiliki komunitas kelompok kecil dalam bidang multimedia. Kelompok tersebut bernaman ICC, namun tidak bertahan lama komunitas tersebut sudah tidak eksis kembali namanya. Hingga pada akhirnya pada tahun ajaran 2022, tepatnya 4 November 2022 nama XPOD secara resmi digunakan sebagai penerus dari organisasi dokumetasi sekolah seperti ICC.
Since 2023
since 2024
Now
Aktif dalam hampir semua kegiatan dokumentasi aktifitas, acara yang ada di dalam ruang lingkup sekolah SMK Negeri 2 Kendal
Mengelola hasil dokumentasi dengan baik.
Menghasilkan sebuah karya foto atau video
Menyediakan dan mendukung sarana dan fasilitas sekolah dalam bidang dokumentasi dan tenologi digital.
VISI
"Menjadi wadah kreativitas visual di SMKN 2 Kendal yang mampu melahirkan anggota berkompeten, percaya diri, dan menghasilkan karya dokumentasi yang berkualitas serta bertanggung jawab."
MISI
Mengembangkan Potensi Teknis: Menyelenggarakan pelatihan fotografi, videografi, dan editing untuk mematangkan hard skill anggota.
Membentuk Karakter Berorganisasi: Melatih soft skill, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa melalui manajemen organisasi.
Berkontribusi aktif dalam mendukung, memfasilitasi, dan menyukseskan dokumentasi berbagai kegiatan di SMKN 2 Kendal.
Memperluas relasi dan komunikasi antar siswa maupun pihak luar untuk membuka peluang kolaborasi.
Mendorong setiap anggota untuk aktif menghasilkan karya visual yang nyata dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Melatih anggota agar mampu memanfaatkan media sosial dan meningkatkan awareness anggota dari hoaks dan isu SARA.